Bagaimana Membuat Konten yang Baik di Social Media Untuk Bisnis

Diposting oleh Adm Lagipromo on 21st Nov 2022


Strategi sosial media selalu identik dengan content marketing. Bagaimana tidak, karena konten sendirilah nyawa dan faktor utama dalam perkembangan suatu akun sosial media. Tanpa konten yang tepat, sosial media akan selalu diam di tempat dan tidak akan memberikan hasil apapun kepada bisnis yang dipasarkan. Tidak banyak akun yang bisa bertahan di dunia sosial media. Perubahaan arus, dinamika algoritma, dan tingginya ekspektasi pengguna membuat sosial media menjadi salah satu medan yang cukup sulit di dunia digital marketing. 

Bagaimana Ciri Konten yang Baik? 

Ribuan bisnis sudah mulai “melek” digital marketing, dan umumnya mereka memilih menggunakan sosial media sebagai kanal pemasaran pertama mereka dalam dunia digital. Memang tidak ada salahnya, karena tidak ada infrastruktur kompleks yang perlu dibuat dalam memulai pemasaran di dunia sosial media. Namun faktanya apa yang terlihat mudah belum tentu benar-benar mudah. Pemasaran di dunia sosial media tidak akan berhasil tanpa strategi konten yang tepat. Dan tentu Anda mungkin bertanya bagaimana ciri-ciri konten yang baik?

1. Memberikan Value Kepada Audiens 

Salah satu ciri utama dari sebuah konten berkualitas adalah memberikan value kepada audiens. Artinya, ketika audiens melihat konten dari akun sosial media Anda, maka audiens merasa mereka mendapatkan sesuatu yang baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Banyak bisnis asal mengupload konten, tanpa memikirkan apakah konten yang diupload akan berguna untuk mereka yang melihatnya atau tidak. Contoh paling mudah adalah ketika bisnis mengupload konten yang berorientasi untuk menjual produk/jasa mereka. Apa value yang akan didapatkan audiens dengan melihat konten seperti itu? Tidak ada value artinya tidak ada engagement, tidak ada engagement artinya tidak ada trust, dan tidak ada trust tentu tidak ada sales. Konten yang tidak berorientasi pada audiens, tidak akan memberikan hasil apapun pada perkembangan sosial media. Siapa juga yang mau mengikuti akun yang tidak memberikan apapun? 

2. Sesuai dengan Visi Perusahaan 

Ada beragam format dan bahasa konten yang bisa digunakan perusahaan, tapi bukan berarti perusahaan harus menggunakan semuanya di dalam akun mereka. Perlu diingat bahwa tidak semua format dan bahasa bisa cocok dengan akun bisnis Anda! Sayangnya masih banyak perusahaan yang percaya bahwa mereka harus viral terlebih dahulu untuk bisa sukses di sosial media. Anggaplah Anda berhasil viral dengan satu konten, tapi apa gunanya jika itu tidak sesuai dengan visi bisnis Anda? Masyarakat hanya akan terhibur sesaat, lalu melupakan brand Anda. Salah-salah value dari perusahaan Anda malah turun! 

3. Dibuat Tanpa Rekayasa

Konten ngarang, clickbait, maupun rekayasa sejenisnya memang bagus untuk memancing engagement sesaat. Namun di saat yang sama dapat berpotensi membunuh brand image Anda sendiri. Bayangkan bila Anda sudah tertarik dan percaya dengan informasi dari suatu akun, namun ternyata di kemudian hari Anda menemukan bahwa informasi tersebut salah? Tentu kepercayaan Anda akan akun tersebut akan jauh menurun. Karena itu, buat konten yang otentik dan jujur tanpa rekayasa. 

Bagaimana Cara Membuat Konten yang Tepat? 

Setelah mengetahui bagaimana ciri konten yang baik, sekarang waktunya untuk mengetahui bagaimana cara membuat kontennya. Sebenarnya tidak banyak teori yang harus Anda kuasai, yang penting Anda harus memahami bagaimana ekspektasi audiens terhadap akun Anda. 

1. Cari Tahu Masalah Audiens Anda 

Untuk bisa memberikan apa yang diharapkan, Anda tentu harus tahu apa harapan audiens Anda. Analisa potensi masalah yang dihadapi oleh calon audiens, kelebihan yang Anda miliki, serta opportunity yang ada di bisnis Anda. Kemas hal-hal tersebut di setiap konten yang akan Anda buat. Audiens tentu akan senang mendapatkan informasi yang bisa menjawab masalah mereka.

2. Buat Format yang Beragam 

Format yang biasa-biasa saja tentu bisa membuat audiens bosan. Jangan ragu untuk berkreasi dengan format konten Anda. Mau itu video, humor, QnA, carousel, microblog, gallery foto, dan sebagainya. Selama format konten tersebut bisa membantu memberikan pesan Anda secara efektif dan menarik, maka tidak ada salahnya. 

3. Jual Value, Bukan Produk 

Anggaplah Anda berada di dalam pusat perbelanjaan, lalu tiba-tiba ada sales yang menghampiri dan menawari Anda produk yang sama sekali Anda belum tahu. Namun mereka tidak menjelaskan apapun, dan hanya fokus jualan. Apa yang Anda rasakan? Menyebalkan, bukan? Itulah yang dirasakan oleh audiens Anda, ketika Anda menghujani mereka dengan produk/layanan yang tidak mereka pahami fungsi dan manfaatnya. Mereka bahkan tidak tahu kalau produk/layanan itu harus ada di dunia ini. Karena alasan itu, banyak praktisi digital marketing yang menyarankan bisnis untuk menjual value mereka. Dengan value, maka audiens bisa memahami mengapa Anda menawarkan produk/layanan tersebut kepada mereka. Dan tentu saja value memiliki pengaruh lebih besar dalam pengambilan keputusan calon pelanggan. 

4. Pastikan Tidak Lari Dari Topik yang Dikuasai 

Tidak mungkin ada satu bisnis yang bisa cocok ke semua orang di dunia. Karena itu, mengejar audiens dari semua jenis pengguna media sosial bukanlah strategi yang baik. Membuat konten yang hanya untuk mengejar viral juga bukan ide yang bagus untuk berkomunikasi dengan audiens Anda. Mengingat tidak semua hal yang viral bisa relevan dengan bisnis yang Anda pasarkan. Tetap ada dalam koridor bisnis Anda sendiri dan fokus pada value yang Anda miliki. Gunakan gelombang konten yang viral hanya jika format dan topiknya relevan terhadap bisnis Anda. 

5. Buat Konten Untuk Audiens, Bukan Untuk Diri Anda 

Banyak perusahaan fokus pada kelebihannya, tapi kemudian lupa apakah kelebihan tersebut dapat memberikan value lebih pada pelanggan. Brand boleh memiliki ratusan kelebihan, tapi apakah pelanggan Anda merasakan hal yang sama? Karena itu jangan fokus menyombongkan diri dengan kelebihan Anda, tapi jawablah masalah pelanggan dengan kelebihan Anda tersebut. Jangan lupa, pastikan bahwa kelebihan yang Anda bawakan memberikan pengaruh konkrit kepada solusi yang ditawarkan.

Sekarang, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mulai menggunakan sosial media? Atau sudah menggunakan tapi hasilnya belum maksimal? Mungkin konten Anda perlu ditingkatkan agar lebih relevan terhadap calon audiens!